Artikel 3 Perjalanan Pendidikan
Dosen Pengampu : Fani Ratny Pasaribu , S.AP ,. M.A.P
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen dan E-Goverment
Perjalanan pendidikan saya adalah rangkaian cerita panjang yang penuh perjuangan, kegembiraan, dan pelajaran berharga. Dimulai dari bangku Sekolah Dasar hingga saat ini saya duduk di bangku kuliah, setiap jenjang pendidikan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih dewasa dan tangguh.
Saya memulai pendidikan formal di SD Negeri 48 Ganting, Pekanbaru. Masa SD adalah masa yang paling polos dan menyenangkan. Saya ingat betul bagaimana saya belajar huruf, berhitung, dan bermain dengan teman-teman di lapangan sekolah. Saat itu ayah masih ada, jadi suasana keluarga masih lengkap. Namun, ketika saya kelas 2 SD, ayah meninggal. Kehilangan itu sangat berat. Saya masih kecil tapi sudah mulai merasakan perubahan di rumah. Bunda yang bekerja di Padang harus lebih keras lagi. Meski demikian, saya tetap semangat sekolah karena ingin membuat Bunda bangga.
Setelah lulus SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri 42 Pekanbaru. Di SMP, saya mulai belajar lebih serius. Pelajaran semakin banyak dan sulit, ditambah tugas kelompok yang mengharuskan saya sering berkomunikasi dengan teman. Saya aktif mengikuti ekstrakurikuler, terutama olahraga sepak bola. Di sinilah saya mulai belajar mengatur waktu antara belajar dan bermain. Tantangan terbesar di SMP adalah menyesuaikan diri setelah kehilangan ayah dan melihat Bunda yang jarang di rumah. Kadang saya merasa sedih dan kurang motivasi, tapi saya selalu ingat pesan Bunda bahwa pendidikan adalah satu-satunya warisan yang tidak bisa dicuri siapa pun.
Memasuki jenjang SMA, saya diterima di SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang (SMAN Lab UNP). Ini adalah sekolah unggulan yang cukup jauh dari rumah. Saya harus belajar lebih mandiri karena Bunda tinggal di Padang. Di SMA, saya benar-benar merasakan tekanan akademik. Pelajaran semakin berat, ditambah persiapan menghadapi Ujian Nasional dan seleksi masuk perguruan tinggi. Saya sering belajar sampai malam, mengerjakan tugas, dan mengikuti les. Namun, di sekolah ini saya juga banyak mendapatkan pengalaman berharga, seperti mengikuti organisasi siswa dan kegiatan sosial.
Setelah lulus SMA, saya melanjutkan kuliah di Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Ekasakti. Keputusan ini bukanlah hal yang mudah. Saya memilih jurusan ini karena ingin berkontribusi di dunia pemerintahan. Di awal kuliah, saya sempat kaget dengan sistem perkuliahan yang sangat berbeda dari SMA. Banyak tugas makalah, presentasi, dan diskusi kelompok. Saya harus belajar mengatur waktu dengan lebih baik, apalagi sambil menjaga kesehatan dan hobi olahraga.
Perjalanan pendidikan saya mengajarkan bahwa proses lebih penting daripada hasil semata. Setiap kegagalan dan kesulitan adalah guru terbaik. Saya berharap dapat menyelesaikan kuliah dengan hasil yang memuaskan, mendapatkan IPK yang baik, dan kelak bisa mewujudkan cita-cita menjadi aparatur negara yang bermanfaat bagi masyarakat.

Komentar
Posting Komentar